Mengapa Yogyakarta Itu Unik?

Mengapa Yogyakarta Itu Unik? Yogyakarta (yang sering dieja dan disebut dengan cara yang berbeda seperti Jogja, Jogjakarta, atau Yogya untuk pendek) adalah Indonesia dalam miniatur. Ketika pengunjung datang untuk menghirup udara Yogyakarta, mereka merasa seperti mereka tinggal. Yogyakarta telah digambarkan sebagai Never Ending Asia, jantung budaya Jawa, kota jiwa Jawa, atau ditanam di heartland subur Jawa Tengah, (itu adalah) buaian kerajaan besar Jawa… ibukota kuno kerajaan, Kerajaan abad pertengahan dan modern Revolusi dan melange menarik gaya dan suasana hati.

Kepatihan Danurejan
Itu Dalem (mansion) dan kantor Patih (Sultan kepala Menteri) pada feodal (masa kolonial). Nama resmi setiap Patih Karaton Yogyakarta adalah Danurejo, sehingga bangunan dikenal secara lokal sebagai Kepatihan Danurejan, sekarang adalah kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, terletak di utara pasar Beringharjo.

Stasiun Tugu
Stasiun kereta api utama dengan gaya kolonial yang terletak di utara Kepatihan, Selatan Tugu. Merupakan stasiun sangat nyaman dengan koneksi reguler ke Jakarta, Solo, Semarang, Surabaya dan kota-kota lainnya di Jawa.

Tugu
Monumen berdiri di perempatan Jl. Malioboro dan Jl. Sudirman. Itu memiliki arti simbolis untuk meditasi dan ini adalah salah satu garis magis Yogya, terdiri dari (Utara ke Selatan); Laut Selatan, Karaton Yogyakarta, Tugu dan Gunung Merapi.

Daerah Istimewa Yogyakarta terletak sekitar 7 Selatan dari garis khatulistiwa dan bermandikan tropis; sinar matahari sepanjang tahun. Memiliki iklim yang tropic harian suasana terasa sedikit panas dan lembab. Ini adalah hanya dua musim sepanjang tahun, basah atau hujan musim monsun yang kering. Biasanya musim basah dimulai pada bulan September dan berlangsung sekitar Agustus.

Umumnya ada tidak ada curah hujan dari Mei-Agustus dan ada kedepan suasana terasa panas dan lembab pada hari dan dingin di malam hari dan pagi. Hujan bulanan Yogyakarta bervariasi antara 3mm dan 496mm di mana orang-orang di atas 300mm berlangsung selama bulan Januari sampai April. Curah hujan paling berat biasanya terjadi di bulan Februari sementara terendah sering terjadi antara bulan Mei dan Oktober rata-rata tahunan curah hujan adalah sekitar 1.900 mm.

ABOUT RAFTING

RAFTING DI MALANG

PERALATAN

  1. Riverboats (Perahu)
    1. Bow dan Stern
    2. Chamber atau tube
    3. Floor
    4. Thwart
    5. Boat line (tali kapal)
    6. D-Ring
    7. Handling Grip
    8. Bilge Hole/self bailing
    9. Valve

Cara untuk duduk di perahu dengan posisi menyamping. Peserta duduk pada bagian samping sisi perahu ,kaki dalam posisi kuda-kuda pada lantai perahu,dimaksudkan sebagai pengatur keseimbangan badan selama melakukan pengarungan. Saat duduk di perahu, perhatikan jangan sampai ada bagian tubuh anda yang terikat atau terlilit tali. Ini sangat berbahaya jika perahu mengalami flip atau terbalik.

Posisi duduk anda pun harus mudah untuk menggapai boat line. Bila boat line pada perahu anda terlihat kendur, beritahukan segera pada skipper untuk mengencangkan boat line tersebut agar tidak mengganggu selama pengarungan.

Aturlah jarak duduk anda dengan peserta yang lain agar tidak mengganggu pergerakan selama pengarungan, baik untuk mendayung maupun saat menjalankan instruksi moving position atau perpindahan.

 

 

  1. PFD (Personal Floating Device)/Life Jackets (Pelampung)

PFD atau pelampung memiliki berbagai jenis dan ukuran.Terbuat dari bahan polyfoam yang dibungkus dengan bahan kedap air yang berwarna terang agar mudah terlihat.badan US Coastal Guard menganjurkan memakai PFD type III pada setiap kegiatan arung jeram. Pelampung jenis ini yang paling umum digunakan oleh para rafter dalam setiap pengarungan.

Setiap PFD Type III memiliki daya apung tinggi– dihitung berdasarkan berat tubuh rata-rata saat berada di dalam air. Maka anda tidak perlu takut tenggelam saat berada di dalam air.

Cara pemakaian PFD/Pelampung:

Pilihlah PFD yang berwarna cerah. Pastikan tidak ada lubang atau jahitan yang terlepas pada PFD tersebut, serta strap yang ada dapat dipasang dan dilepas dengan mudah. Bila bagian perut anda lebih besar dari bagian dada, pilih dan pakailah PFD dengan ukuran lebih besar.

PFD atau pelampung dipakai seperti menggunakan rompi/jaket. Pastikan setiap strap terpasang dengan benar dan bantalan kepala berada di luar. Atur kekeratan tali senyaman mungkin, sehingga PFD yang anda gunakan tidak terlalu sempit atau longgar namun tetap aman dan nyaman bagi anda.

Setelah anda selesai memakai PFD, lakukan gerakan berikut:
1. Pada posisi berdiri, putarkan badan anda ke kiri dan kanan. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda dan tidak                       mengalami pergeseran/perubahan posisi. Ini ditandai dengan letak strap tetap pada satu garis tegak lurus seperti posisi kancing kemeja. Jika                 terjadi pegeseran, atur kembali kekeratan tali pada setiap strap. Jangan malu dan ragu untuk minta skipper/rekan membantu mengatur                         keeratan tali strap ini.

  1. Pada posisi duduk kedua kaki diluruskan kedepan; putarkan badan anda ke kiri dan kanan lalu lakukan gerakan membungkuk. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda. Jika terjadi pegeseran, atur kembali keeratan setiap strap yang ada.
  2. Masih dalam posisi duduk dan kedua kaki diluruskan ke depan, minta bantuan skipper/rekan untuk menarik/mengangkat pelampung yang anda gunakan pada bagian bahu dari arah belakang. Pastikan saat pelampung dan tubuh anda ditarik/diangkat, posisi bahu pelampung tidak melebihi batas telinga anda. Jika ya, atur kembali keeratan setiap strap yang ada.

    2.Paddle (Dayung)

Setiap dayung terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1) Pegangan, berbentuk huruf “T”, biasa disebut “T grip”.
2) Gagang, terbuat dari bahan alumunium.
3) Blade/bilah, terbuat dari bahan fiber dilapisi serat karbon yang ringan dan kuat. Namun ada pula yang terbuat dari bahan campuran plastik.

Cara memegang dayung:
Memegang dayung dalam kegiatan arung jeram mirip dengan cara memegang sapu. Yang membedakannya hanya pegangan pada bagian “T-Grip”.

Bagian ini digenggam dengan empat jari pada bagian atas T horisontal (dayung dalam posisi berdiri dan bagian bilah berada dibawah), sementara jari jempol menjepit bagian T horisontal dari bagian bawah bawah. Cara memegang ini sama untuk tangan kiri (peserta yang duduk pada bagian kanan perahu), maupun kanan (peserta yang duduk pada bagian kiri perahu).

Lengan yang lain menggenggam bagian gagang, berjarak lebih kurang sejengkal dari bilah dayung. Jangan terlalu dekat/rendah ataupun terlalu jauh/tinggi. Biasakan diri dengan cara memegang dayung ini, baik dengan tangan kanan maupun kiri. Lakukan pemanasan dengan menggunakan dayung bersama rekan-rekan anda.

       3. Helm

Pilihlah helm sesuai dengan ukuran kepala. Pastikan tidak ada keretakan pada helm tersebut, serta semua tali dan strap masih dalam kondisi yang baik. Pakailah seperti pemakaian helm pada umumnya.Atur strap senyaman mungkin,jangan terlalu sempit atau terlalu longgar agar tidak mengganggu pandangan anda selama pengarungan. Sekali lagi, pastikan strap sudah terpasang dan pada posisi yang benar.